Saturday, December 17, 2016

SABAR

https://goo.gl/MQcbL6
Sabar itu ngga lengkap tanpa ikhlas menerima bahwa semua yang kita jalani ini sebenarnya sudah menjadi ketetapan dan ketentuan-Nya…
Mengendalikan diri takkan cukup jika hanya dengan bersabar tapi harus cukup ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa perlakuan-perlakuan apapun yang menimpa diri kita semata demi kebaikan kita juga, yang semua itu sudah menjadi bagian Skenario-Nya. Semakin kita bersabar menerima perlakuan hidup tersebut maka akan semakin tangguh pula pengertian hidup yang kita dapatkan, sehingga orang yang beniat burukpun perlu usaha extra untuk menundukkannya, dan bahkan perlakuan tersebut nantinya akan kembali pada diri sendiri, sesuai bagaimana kita memperlakukannya. Biarkan orang lain pusing mempermasalahkan kita, yang penting kita tak pernah mempermasalahkan perlakuan orang lain terhadap diri kita . Toh nanti yang berniatan buruk ujung-ujungnya bakal bikin jengkel sendiri apalagi jika kita terlihat tenang tak terpengaruh sedikitpun dengan perlakuan tersebut. Dan itu memang sudah menjadi bagian rumusan hidup yang perlu kita pelajari bersama lebih mendalam lagi. Mengerti diri sediri saja sudah susah, apalagi mengerti orang lain? Buat apa kita capek-capek dengan urusan yang tak bermanfaat? Perlu diingat bahwa pertanggungjawaban hidup kita nanti bukan pada sesama makhluk tapi langsung pada pemilik kehidupan yaitu Allah SWT. Tak perlu kita harus menunggu jadi ustad, kiyai atau apalah jika hanya untuk mengkaji kehidupan. Yang terpenting perlakukan hidup dengan baik. InshaAllah jika kita berniat hidup yang baik pasti Allah akan selalu mengarahkan petunjuk-Nya pada niatan baik tersebut. Semoga bermanfaat.

Thursday, December 15, 2016

LUWES

Wawasan hidup yang luas akan meluweskan cara berinteraksi dengan berbagai ragam strata kehidupan.
Hidup ini penuh dengan warna yang beragam dan hanya terlihat indah bagi mereka yang berpikir sebagai anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu mari kita hormati perbedaan dalam keberagaman yang ada sebagai aset hidup yang dapat mengantarkan kita pada kehidupan yang rukun dan damai. Namun jika kita amati kondisi rukun itu memang sangatlah sulit untuk diwujudkan jika tanpa peran serta semua pihak, buktinya masih banyak pertentangan-pertentangan yang ada di sekitar kita. Dimana pertentangan itu lebih banyak disebabkan oleh ego-ego kita dengan menganggap apa yang kita tahu dan kita yakini lebih benar, padahal jika kita mau berusaha untuk memahami apa yang di alami dan diyakini oleh orang lain tersebut bisa jadi hal itu juga mengandung kebenaran yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Hormati sudut pandang mereka dan sebisa mungkin tanpa ada pertentangan, karena bisa jadi kurangnya keilmuan kitalah yang sebenarnya mempersulit pemahaman cara berpikir mereka. Untuk itu mari kita saling menghormati dan saling menghargai perbedaan tersebut mengingat kita juga masih sama-sama punya keterbatasan serta jauh dari kesempurnaan. Dan ada satu hal yang perlu diingat bahwa ilmu itu luas dan mohon dimaklumi jika tiap orang punya pengamatan dan sudut pandang yang berbeda, namun begitu masih tetap pada tujuan hidup yang sama yaitu mencari ridho Allah SWT. Mari jadikan perbedaan ini sebagai asset penting dalam menambah khasanah wawasan kita, sehingga keragaman perbedaan ini menjadi pengantar menuju kehidupan yang lebih baik. Dan hanya orang-orang yang berpikiran dangkal dan sempitlah yang menyukai permusuhan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya agar menjadikan kehidupan yang bermanfaat. Dan semoga semakin bertambahnya umur semakin mendewasa pula dalam cara berpikir dan bertindak, serta semakin bijak dalam menyikapi kehidupan. Aamiin. https://goo.gl/eDjtrh 

Monday, December 12, 2016

ATTITUDE



Ngga perlu dijelasin siapa diri kita, dan terserah dari sudut pandang mana mereka menilai kita…
Tak perlu pengakuan dari sesama, biar Tuhan jadi penilai diri kita. Jangan pernah takut mendapat anggapan buruk dari orang lain, yang terpenting lakukan yang terbaik. Tuhan lebih tahu niat baik kita. Terkadang tanpa disadari, seringkali kita terjerat oleh keinginan nafsu demi untuk mendapatkan anggapan dan penilaian baik dari orang lain sehingga menciptakan ketakutan dan kegelisahan yang hanya menyengsarakan diri sendiri. Mari kita kaji kehidupan kita dengan seksama, apa sebenarnya yang kita butuhkan, mencari pengakuan dunia atau pengakuan Allah SWT? Ingatlah kehidupan dunia hanya senda gurau belaka, yang penuh jebakan-jebakan setan yang dipersiapkan untuk menghalangi kita mengingat Allah SWT. Tak perlu kita menginginkan pengakuan tentang siapa diri kita, toh semua akan dikondisikan semestinya sesuai kehendak Allah SWT , sekarang cuma bergantung pada bagaimana cara kita berperan, bersikap dan menghormati kehidupan itu sendiri. https://goo.gl/eDjtrh

Saturday, December 3, 2016

TETESKAN AKU EMBUN


Jangan lalaikan Tuhan sebelum Ia berkehendak membuat kita letih tak berdaya hanya sekedar untuk mengingatkan kita...

Kehidupan ini adalah perjalanan untuk meraih kemulyaan setinggi-tingginya di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu kita dituntut untuk selalu ingat kepada-Nya disetiap saat hembusan nafas kita. Nah disitulah sebenarnya perjuangan kita. Sejauh mana kemampuan kita mengingat-Nya disetiap episode kehidupan ini, baik dalam keadaan suka maupun duka.Dan memang demikianlah cara Allah menguji kesungguhan hamba-hamba-Nya.Percayalah dengan banyak mengingat Allah perjalanan hidup sekeras apapun akan terasa nikmat.
Jika dalam proses perjalanan kehidupan ini kita seringkali melalaikan Allah, nanti ada saatnya kita akan menemui titik jenuh, dan tak ubahnya seperti orang yang bingung menentukan arah dipersimpangan jalan. Harta dan tahta yang seharusnya menjadi sumber kesenangan justru berubah jadi penyiksaan baik lahir maupun batin. Jika keadaan sudah begitu biasanya Tuhan dengan serta merta memberi teguran, baik berupa fenomena alam sekitar maupun melalui nasehat-nasehat yang disampaikan orang tua,teman, atau kerabat lainnya. Jika peringatan tersebut belum berdampak, maka teguran tersebut meningkat menjadi wujud permasalahan atau bahkan berbentuk musibah. Bila hal tersebut sudah tidak mampu lagi mengingatkan kita maka jangan salahkan Tuhan jika akhirnya Dia akan menurunkan azab-Nya  sebagai teguran akhir.
Mari kita renungkan dengan hati dan pikiran yang bersih bahwa apa yang dianugerahkan kita di dunia ini hanya sarana untuk menuju kemulyaan dihadapan Allah SWT,tak ada yang patut dibanggakan justru nantinya jadi sebuah pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Yang kita butuhkan disini sebenarnya hanya mohon kekuatan untuk tetap istiqomah mengingat Allah SWT dalam kondisi suka maupun duka yang akan mengantarkan kita pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin. https://goo.gl/eDjtrh 

Wednesday, November 30, 2016

TETAP MENCINTAI



Hari gini ngomong cinta sejati? ngaca diri dulu dech…udah tau diri belum? Ngga semudah itu kali…
Pecinta sejati itu ngga akan patah hati, karena selalu punya kemauan untuk menciptakan kemampuan dalam menggapai keinginannya hingga mengerti arti kesejatian cinta yang sesungguhnya, yaitu cinta yang selalu menambah kedekatannya kepada Allah SWT. Perlu proses yang panjang untuk memahaminya, ngga cukup jika hanya belajar dari pengalaman orang lain jadi ada tahapan yang harus dijalani. Pikiran dan hati harus selalu terkontrol sehingga emosi dan nafsu benar-benar terkendali dengan begitu dapat dengan mudah mengolah suasana yang ekstrim sekalipun untuk diubah menjadi suasana yang bersahabat yang pada akhirnya akan mampu menciptakan ketenangan dan kebahagiaan hakiki sebagai tujuan akhir kehidupan. https://goo.gl/eDjtrh 

Thursday, November 17, 2016

TEGURAN TUHAN

Percuma kita memakai baju kebesaran jika hati dan pikiran kita masih telanjang karena yang terlihat hanya kehinaan.
Jangan lupa diri dengan anugerah yang diberikan Tuhan, syukurilah nikmat yang ada, jika ingin kebahagiaan selalu terlimpah, sebelum Tuhan mencabut kenikmatan tersebut dan menggantinya jadi penderitaan abadi.
Mungkin sebagian besar dari kita beranggapan bahwa harta,tahta dan keindahan dunia yang kita miliki adalah segalanya yang dapat menjamin ketenangan dan kebahagiaan. Namun nyatanya banyak yang bergelimangan harta tapi tak dapat menikmatinya, bahkan yang dirasa hanya penderitaan dan kegelisahan. Bayangkan jika kekayaan melimpah, sedangkan kita dalam keadaan sakit yang mengharuskan kita mengkonsumsi makanan yang tidak kita sukai agar dapat bertahan hidup, kira-kira kita mampu nggak menjalaninya?

Nah dari contoh tersebut bisa kita ambil hikmahnya bahwa kita harus banyak mengingat dan mensyukuri nikmat Tuhan yang ada jika ingin merasakan kebahagiaan hakiki. Dan sekeras apapun kehidupan ini akan terasa nikmat jika kita selalu mendekatkan diri terhadap sang maha pemilik kenikmatan itu yaitu Allah SWT. Mari kita tata ulang kehidupan ini agar menjadi hidup yang lebih hidup dan bukan hidup dalam kematian hidup (hidup yang tak bermanfaat dan sia-sia)

KASIH DAN SAYANG

Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...