Jangan pernah menutup diri karena berulangnya
permasalahan yang sama kita tak pernah tahu kebaikan dan kesempatan mana yang dikirim
Tuhan untuk mengakhiri penderitaan dan kesedihan kita…
Hampir setiap orang mengalami masalah hidup,
namun tak sedikit juga yang trauma karena masalah yang sama terjadi
berulang-ulang. Hal inilah yang kadang membuat kita jera untuk bangkit lagi
menghadapi permasalahan yang sama, takut berakhir dengan hal serupa terjadi
seperti sebelumnya, padahal kita tak pernah tahu bahwa hal yang akan kita alami
justru menjadi pintu terakhir ujian kita yang telah dipersiapkan Allah sebagai
hadiah atas kegigihan kita dalam memperjuangkan ujian hidup. Dan pada intinya
tak ada kata gagal selagi kita terus mencoba dan berusaha. Sekali kita mundur
sekali itu juga kegagalan kita ciptakan. Mari buka mata hati dan pikiran kita
bahwa kesempatan terkadang datang sekali dan terkadang datang berkali-kali.
Disinilah perlu bijak dalam mengambil sikap. Jangan pernah menutup hati dan
pikiran kita karena kebaikan tak selalu terbungkus indah bahkan terkadang
datang dengan cara dan kondisi yang bertentangan dengan apa yang kita harapkan.
Dan terkadang memang begitulah cara Allah menguji kesungguhan hamba-hamba-Nya.
Semoga saja kita menjadi golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk di
tengah peliknya kehidupan yang kita jalani. Aamiin https://goo.gl/eDjtrh Monday, December 19, 2016
Saturday, December 17, 2016
SABAR
https://goo.gl/MQcbL6
Sabar itu ngga lengkap tanpa ikhlas
menerima bahwa semua yang kita jalani ini sebenarnya sudah menjadi ketetapan
dan ketentuan-Nya…
Mengendalikan diri takkan cukup jika hanya dengan
bersabar tapi harus cukup ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa perlakuan-perlakuan
apapun yang menimpa diri kita semata demi kebaikan kita juga, yang semua itu
sudah menjadi bagian Skenario-Nya. Semakin kita bersabar menerima perlakuan hidup
tersebut maka akan semakin tangguh pula pengertian hidup yang kita dapatkan,
sehingga orang yang beniat burukpun perlu usaha extra untuk menundukkannya, dan
bahkan perlakuan tersebut nantinya akan kembali pada diri sendiri, sesuai
bagaimana kita memperlakukannya. Biarkan orang lain pusing mempermasalahkan
kita, yang penting kita tak pernah mempermasalahkan perlakuan orang lain
terhadap diri kita . Toh nanti yang berniatan buruk ujung-ujungnya bakal bikin
jengkel sendiri apalagi jika kita terlihat tenang tak terpengaruh sedikitpun
dengan perlakuan tersebut. Dan itu memang sudah menjadi bagian rumusan hidup yang
perlu kita pelajari bersama lebih mendalam lagi. Mengerti diri sediri saja sudah
susah, apalagi mengerti orang lain? Buat apa kita capek-capek dengan urusan
yang tak bermanfaat? Perlu diingat bahwa pertanggungjawaban hidup kita nanti
bukan pada sesama makhluk tapi langsung pada pemilik kehidupan yaitu Allah SWT.
Tak perlu kita harus menunggu jadi ustad, kiyai atau apalah jika hanya untuk
mengkaji kehidupan. Yang terpenting perlakukan hidup dengan baik. InshaAllah
jika kita berniat hidup yang baik pasti Allah akan selalu mengarahkan
petunjuk-Nya pada niatan baik tersebut. Semoga bermanfaat. Thursday, December 15, 2016
LUWES
Wawasan hidup yang luas akan
meluweskan cara berinteraksi dengan berbagai ragam strata kehidupan.
Hidup ini penuh dengan warna yang beragam dan
hanya terlihat indah bagi mereka yang berpikir sebagai anugerah dari Allah SWT.
Oleh karena itu mari kita hormati perbedaan dalam keberagaman yang ada sebagai
aset hidup yang dapat mengantarkan kita pada kehidupan yang rukun dan damai. Namun
jika kita amati kondisi rukun itu memang sangatlah sulit untuk diwujudkan jika tanpa
peran serta semua pihak, buktinya masih banyak pertentangan-pertentangan yang
ada di sekitar kita. Dimana pertentangan itu lebih banyak disebabkan oleh ego-ego
kita dengan menganggap apa yang kita tahu dan kita yakini lebih benar, padahal
jika kita mau berusaha untuk memahami apa yang di alami dan diyakini oleh orang
lain tersebut bisa jadi hal itu juga mengandung kebenaran yang tak pernah kita
pikirkan sebelumnya. Hormati sudut pandang mereka dan sebisa mungkin tanpa ada pertentangan,
karena bisa jadi kurangnya keilmuan kitalah yang sebenarnya mempersulit pemahaman
cara berpikir mereka. Untuk itu mari kita saling menghormati dan saling
menghargai perbedaan tersebut mengingat kita juga masih sama-sama punya
keterbatasan serta jauh dari kesempurnaan. Dan ada satu hal yang perlu diingat
bahwa ilmu itu luas dan mohon dimaklumi jika tiap orang punya pengamatan dan
sudut pandang yang berbeda, namun begitu masih tetap pada tujuan hidup yang
sama yaitu mencari ridho Allah SWT. Mari jadikan perbedaan ini sebagai asset penting
dalam menambah khasanah wawasan kita, sehingga keragaman perbedaan ini menjadi
pengantar menuju kehidupan yang lebih baik. Dan hanya orang-orang yang
berpikiran dangkal dan sempitlah yang menyukai permusuhan. Semoga Allah senantiasa
melimpahkan hidayah-Nya agar menjadikan kehidupan yang bermanfaat. Dan semoga
semakin bertambahnya umur semakin mendewasa pula dalam cara berpikir dan
bertindak, serta semakin bijak dalam menyikapi kehidupan. Aamiin. https://goo.gl/eDjtrh
Monday, December 12, 2016
ATTITUDE
Ngga perlu dijelasin siapa diri
kita, dan terserah dari sudut pandang mana mereka menilai kita…
Tak perlu pengakuan dari sesama, biar Tuhan jadi
penilai diri kita. Jangan pernah takut mendapat anggapan buruk dari orang lain,
yang terpenting lakukan yang terbaik. Tuhan lebih tahu niat baik kita. Terkadang
tanpa disadari, seringkali kita terjerat oleh keinginan nafsu demi untuk
mendapatkan anggapan dan penilaian baik dari orang lain sehingga menciptakan ketakutan
dan kegelisahan yang hanya menyengsarakan diri sendiri. Mari kita kaji kehidupan
kita dengan seksama, apa sebenarnya yang kita butuhkan, mencari pengakuan dunia
atau pengakuan Allah SWT? Ingatlah kehidupan dunia hanya senda gurau belaka,
yang penuh jebakan-jebakan setan yang dipersiapkan untuk menghalangi kita mengingat
Allah SWT. Tak perlu kita menginginkan pengakuan tentang siapa diri kita, toh
semua akan dikondisikan semestinya sesuai kehendak Allah SWT , sekarang cuma bergantung
pada bagaimana cara kita berperan, bersikap dan menghormati kehidupan itu
sendiri. https://goo.gl/eDjtrh
Saturday, December 3, 2016
TETESKAN AKU EMBUN
Jangan lalaikan Tuhan sebelum Ia
berkehendak membuat kita letih tak berdaya hanya sekedar untuk mengingatkan
kita...
Kehidupan ini adalah perjalanan untuk
meraih kemulyaan setinggi-tingginya di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu kita
dituntut untuk selalu ingat kepada-Nya disetiap saat hembusan nafas kita. Nah
disitulah sebenarnya perjuangan kita. Sejauh mana kemampuan kita mengingat-Nya
disetiap episode kehidupan ini, baik dalam keadaan suka maupun duka.Dan memang
demikianlah cara Allah menguji kesungguhan hamba-hamba-Nya.Percayalah dengan
banyak mengingat Allah perjalanan hidup sekeras apapun akan terasa nikmat.
Jika dalam proses perjalanan
kehidupan ini kita seringkali melalaikan Allah, nanti ada saatnya kita akan
menemui titik jenuh, dan tak ubahnya seperti orang yang bingung menentukan arah
dipersimpangan jalan. Harta dan tahta yang seharusnya menjadi sumber kesenangan
justru berubah jadi penyiksaan baik lahir maupun batin. Jika keadaan sudah
begitu biasanya Tuhan dengan serta merta memberi teguran, baik berupa fenomena
alam sekitar maupun melalui nasehat-nasehat yang disampaikan orang tua,teman,
atau kerabat lainnya. Jika peringatan tersebut belum berdampak, maka teguran
tersebut meningkat menjadi wujud permasalahan atau bahkan berbentuk musibah.
Bila hal tersebut sudah tidak mampu lagi mengingatkan kita maka jangan salahkan
Tuhan jika akhirnya Dia akan menurunkan azab-Nya sebagai teguran akhir.
Mari kita renungkan dengan hati dan pikiran yang
bersih bahwa apa yang dianugerahkan kita di dunia ini hanya sarana untuk menuju
kemulyaan dihadapan Allah SWT,tak ada yang patut dibanggakan justru nantinya
jadi sebuah pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Yang kita butuhkan disini
sebenarnya hanya mohon kekuatan untuk tetap istiqomah mengingat Allah SWT dalam
kondisi suka maupun duka yang akan mengantarkan kita pada keselamatan hidup di
dunia dan akhirat. Aamiin. https://goo.gl/eDjtrh
Subscribe to:
Posts (Atom)
KASIH DAN SAYANG
Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...
-
Selama perilaku kita terjaga, diminta atau tidak kesan baik akan tersimpan di hati mereka. Kesan kita di hati orang lain tergantung pe...