Jangan terlalu banyak kriteria dalam
menentukan pasangan hidup, hingga lupa diri bahwa hidup kita juga masih jauh di
bawah kriteria yang kita standarkan untuk orang lain.
Semakin berkembangnya zaman semakin banyak hal
yang menyenangkan, sebegitu banyaknya sehingga kita dihadapkan pada banyak
pilihan-pilihan sebagai kebutuhan yang dianggap dapat membahagiakan hidup.
Namun begitu kita melupakan satu hal bahwa sebenarnya penentu kebahagiaan itu
diri kita sendiri. Kurangnya ilmu dan pengertian dalam menyikapi kehidupan
inilah yang menjadi salah satu penyebab gagalnya meraih kebahagiaan yang
sebenarnya. Yang dijadikan pedoman hanya sebatas apa yang kita lihat dan kita
dengar tanpa ilmu, sehingga yang terpikir hanya apa yang sekiranya sesuai
dengan logika. Padahal kehidupan tak selalu berkaitan dengan hal yang terpikir
secara rasional saja. Ada aspek lain yang perlu diperhitungkan. Apa yang
terlihat sempurna tak menjamin jadi kesempurnaan yang sesungguhnya mengingat bahwa
bungkus tak selalu identik dengan isinya. https://goo.gl/eDjtrh Saturday, January 14, 2017
Wednesday, January 11, 2017
KAYA SEJATI
Kekayaan itu tak perlu mendapatkan
pengakuan, karena pada hakikatnya kita tak punya apa-apa.
Harga diri kita di mata Tuhan bukan
semata seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang
dapat kita kita syukuri sehingga mampu menikmati setiap anugerah yang
diberikan-Nya. Jadi apalagi yang perlu kita takutkan jika Tuhan pun telah menjanjikan
tambahan nikmat ketika kita mensyukuri dengan semua yang diberikan-Nya?
Mari kita sama-sama banyak bersyukur
atas nikmat yang ada, sebelum semua berubah jadi ketakutan dan azab yang amat pedih
akibat kelalaian dan keingkaran (kufur nikmat) kita. Mari kita berdoa agar
Allah SWT selalu memberi petunjuk sehingga langkah perjalanan hidup ini
senantiasa mendapatkan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Aamiin… https://goo.gl/eDjtrh
Saturday, January 7, 2017
INGAT JANJI
Jadi diri sendiri itu ngga mudah,
jadi juga harus siap jika dicap seburuk apapun walau kita tak pernah melakukan seperti
yang mereka tuduhkan. Gimana udah siap lahir batin untuk menerima perlakuan itu?
Janji itu hal mudah, namun seringkali
kita terpeleset dan jatuh karenanya, dan seringkali kita menyepelekannya bahkan
tak sering meremehkannya seperti pepesan kosong. Jangan gampang janji jika kita
sendiri tak mampu mewujudkan janji pada diri sendiri. Mari kita kaji lagi diri
kita, sudah terbebaskah kita dari hutang yang bernama janji. Termasuk golongan
manakah diri kita, apakah menjadi bagian dari orang-orang yang amanah, atau kelompok
orang-orang yang khianat? Ngga usah orang lain tahu, cukup kita sendiri yang
harus mencari jawaban itu pada diri sendiri.
Kita memang gudangnya munafik, jadi ngga
usah gampang marah jika suatu saat kemunafikan itu kembali menegur kita. Mari
kita cari sendiri- sendiri, pasti nanti kita menemukan kemunafikan-kemunafikan
kecil itu. Dan mari kita benahi kemunafikan-kemunafikan kecil tersebut sebelum
jadi kemunafikan kelas fatal. https://goo.gl/eDjtrh
Wednesday, January 4, 2017
DESAHAN HATI
Jika tawa hanya akan mematikan hati,
biarlah cukup isak tangis yang kupilih jika memang akan mendekatkanku pada-Mu.
Bahaya akhir zaman sudah banyak
bertebaran memasuki berbagai lini kehidupan, mulai dari bahaya teknologi,
budaya, moral bahkan keyakinan, serta berbagai sector sendi kehidupan lainnya
yang mungkin anda sekalian lebih pahami. Dan sepertinya yang tak terasa bahayanya
justru hal yang berkaitan dengan semua bentuk kenyamanan. Kenyamanan itulah
yang seringkali membuat kita lalai, lalai waktu, maupun lalai dalam berbagai
hal yang menyebabkan kelalaian utama terhadap tujuan hidup yang sebenarnya.
Mari kita sama-sama berdo’a semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kelalaian
untuk selalu mengingat-Nya Aamiin
Tuesday, December 20, 2016
BAWA RASA CINTA
https://goo.gl/MQcbL6
Sampaikan apa yang perlu disampaikan
jika memang hal itu bermanfaat tanpa takut walau harus mendapatkan anggapan buruk
sekalipun.
Pembaca yang baik selalu fokus pada
ajakan kebaikan yang dibacanya tanpa peduli siapa penyampainya, walau anak
kecil sekalipun jika apa yang disampaikan mengandung kebenaran jangan pernah
abaikan, karena Tuhan bisa menggunakan media apapun untuk menyampaikan kebaikan
tersebut. Tak perlu kita peduli niat apa
dari hati sang penulis, entah hanya ingin cari sensasi atau memang benar-benar
berniat baik, itu urusan dia dengan Tuhan, kita tak berhak menilai sepihak,
karena belum tentu anggapan kita benar. Hati-hati dalam memahami suatu bacaan,
karena sang penulis dan pembaca belum tentu punya sudut pandang yang sama dan yang
jelas juga punya perjalanan hidup yang berbeda, baik dari segi pengetahuan
maupun dari segi spiritual.
Disinilah pentingnya rasa saling menghormati,
agar tak saling menimbulkan kebencian. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa sebagus
apapun niat baik kita akan ternilai buruk dimata orang-orang yang menyimpan
rasa iri dan dengki. Mari kita tata ulang hati dan pola pikir kita, semoga Allah
SWT senantiasa tak bosan mengingatkan kita menuju jalan-Nya. Aamiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
KASIH DAN SAYANG
Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...
-
Selama perilaku kita terjaga, diminta atau tidak kesan baik akan tersimpan di hati mereka. Kesan kita di hati orang lain tergantung pe...