Saturday, January 14, 2017

PILIH AKU

Jangan terlalu banyak kriteria dalam menentukan pasangan hidup, hingga lupa diri bahwa hidup kita juga masih jauh di bawah kriteria yang kita standarkan untuk orang lain.
Semakin berkembangnya zaman semakin banyak hal yang menyenangkan, sebegitu banyaknya sehingga kita dihadapkan pada banyak pilihan-pilihan sebagai kebutuhan yang dianggap dapat membahagiakan hidup. Namun begitu kita melupakan satu hal bahwa sebenarnya penentu kebahagiaan itu diri kita sendiri. Kurangnya ilmu dan pengertian dalam menyikapi kehidupan inilah yang menjadi salah satu penyebab gagalnya meraih kebahagiaan yang sebenarnya. Yang dijadikan pedoman hanya sebatas apa yang kita lihat dan kita dengar tanpa ilmu, sehingga yang terpikir hanya apa yang sekiranya sesuai dengan logika. Padahal kehidupan tak selalu berkaitan dengan hal yang terpikir secara rasional saja. Ada aspek lain yang perlu diperhitungkan. Apa yang terlihat sempurna tak menjamin jadi kesempurnaan yang sesungguhnya mengingat bahwa bungkus tak selalu identik dengan isinya. https://goo.gl/eDjtrh 

Wednesday, January 11, 2017

KAYA SEJATI

Kekayaan itu tak perlu mendapatkan pengakuan, karena pada hakikatnya kita tak punya apa-apa.
Harga diri kita di mata Tuhan bukan semata seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang dapat kita kita syukuri sehingga mampu menikmati setiap anugerah yang diberikan-Nya. Jadi apalagi yang perlu kita takutkan jika Tuhan pun telah menjanjikan tambahan nikmat ketika kita mensyukuri dengan semua yang diberikan-Nya?
Mari kita sama-sama banyak bersyukur atas nikmat yang ada, sebelum semua berubah jadi ketakutan dan azab yang amat pedih akibat kelalaian dan keingkaran (kufur nikmat) kita. Mari kita berdoa agar Allah SWT selalu memberi petunjuk sehingga langkah perjalanan hidup ini senantiasa mendapatkan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin… https://goo.gl/eDjtrh  

Saturday, January 7, 2017

INGAT JANJI



Jadi diri sendiri itu ngga mudah, jadi juga harus siap jika dicap seburuk apapun walau kita tak pernah melakukan seperti yang mereka tuduhkan. Gimana udah siap lahir batin untuk menerima perlakuan itu?
Janji itu hal mudah, namun seringkali kita terpeleset dan jatuh karenanya, dan seringkali kita menyepelekannya bahkan tak sering meremehkannya seperti pepesan kosong. Jangan gampang janji jika kita sendiri tak mampu mewujudkan janji pada diri sendiri. Mari kita kaji lagi diri kita, sudah terbebaskah kita dari hutang yang bernama janji. Termasuk golongan manakah diri kita, apakah menjadi bagian dari orang-orang yang amanah, atau kelompok orang-orang yang khianat? Ngga usah orang lain tahu, cukup kita sendiri yang harus mencari jawaban itu pada diri sendiri.
Kita memang gudangnya munafik, jadi ngga usah gampang marah jika suatu saat kemunafikan itu kembali menegur kita. Mari kita cari sendiri- sendiri, pasti nanti kita menemukan kemunafikan-kemunafikan kecil itu. Dan mari kita benahi kemunafikan-kemunafikan kecil tersebut sebelum jadi kemunafikan kelas fatal. https://goo.gl/eDjtrh  

Wednesday, January 4, 2017

DESAHAN HATI

Jika tawa hanya akan mematikan hati, biarlah cukup isak tangis yang kupilih jika memang akan mendekatkanku pada-Mu.
Bahaya akhir zaman sudah banyak bertebaran memasuki berbagai lini kehidupan, mulai dari bahaya teknologi, budaya, moral bahkan keyakinan, serta berbagai sector sendi kehidupan lainnya yang mungkin anda sekalian lebih pahami. Dan sepertinya yang tak terasa bahayanya justru hal yang berkaitan dengan semua bentuk kenyamanan. Kenyamanan itulah yang seringkali membuat kita lalai, lalai waktu, maupun lalai dalam berbagai hal yang menyebabkan kelalaian utama terhadap tujuan hidup yang sebenarnya. Mari kita sama-sama berdo’a semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kelalaian untuk selalu mengingat-Nya Aamiin

https://goo.gl/eDjtrh 

Tuesday, December 20, 2016

BAWA RASA CINTA


https://goo.gl/MQcbL6


Sampaikan apa yang perlu disampaikan jika memang hal itu bermanfaat tanpa takut walau harus mendapatkan anggapan buruk sekalipun.
Pembaca yang baik selalu fokus pada ajakan kebaikan yang dibacanya tanpa peduli siapa penyampainya, walau anak kecil sekalipun jika apa yang disampaikan mengandung kebenaran jangan pernah abaikan, karena Tuhan bisa menggunakan media apapun untuk menyampaikan kebaikan tersebut. Tak perlu kita peduli  niat apa dari hati sang penulis, entah hanya ingin cari sensasi atau memang benar-benar berniat baik, itu urusan dia dengan Tuhan, kita tak berhak menilai sepihak, karena belum tentu anggapan kita benar. Hati-hati dalam memahami suatu bacaan, karena sang penulis dan pembaca belum tentu punya sudut pandang yang sama dan yang jelas juga punya perjalanan hidup yang berbeda, baik dari segi pengetahuan maupun dari segi spiritual.
Disinilah pentingnya rasa saling menghormati, agar tak saling menimbulkan kebencian. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa sebagus apapun niat baik kita akan ternilai buruk dimata orang-orang yang menyimpan rasa iri dan dengki. Mari kita tata ulang hati dan pola pikir kita, semoga Allah SWT senantiasa tak bosan mengingatkan kita menuju jalan-Nya. Aamiin.

KASIH DAN SAYANG

Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...