Saturday, December 3, 2016

TETESKAN AKU EMBUN


Jangan lalaikan Tuhan sebelum Ia berkehendak membuat kita letih tak berdaya hanya sekedar untuk mengingatkan kita...

Kehidupan ini adalah perjalanan untuk meraih kemulyaan setinggi-tingginya di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu kita dituntut untuk selalu ingat kepada-Nya disetiap saat hembusan nafas kita. Nah disitulah sebenarnya perjuangan kita. Sejauh mana kemampuan kita mengingat-Nya disetiap episode kehidupan ini, baik dalam keadaan suka maupun duka.Dan memang demikianlah cara Allah menguji kesungguhan hamba-hamba-Nya.Percayalah dengan banyak mengingat Allah perjalanan hidup sekeras apapun akan terasa nikmat.
Jika dalam proses perjalanan kehidupan ini kita seringkali melalaikan Allah, nanti ada saatnya kita akan menemui titik jenuh, dan tak ubahnya seperti orang yang bingung menentukan arah dipersimpangan jalan. Harta dan tahta yang seharusnya menjadi sumber kesenangan justru berubah jadi penyiksaan baik lahir maupun batin. Jika keadaan sudah begitu biasanya Tuhan dengan serta merta memberi teguran, baik berupa fenomena alam sekitar maupun melalui nasehat-nasehat yang disampaikan orang tua,teman, atau kerabat lainnya. Jika peringatan tersebut belum berdampak, maka teguran tersebut meningkat menjadi wujud permasalahan atau bahkan berbentuk musibah. Bila hal tersebut sudah tidak mampu lagi mengingatkan kita maka jangan salahkan Tuhan jika akhirnya Dia akan menurunkan azab-Nya  sebagai teguran akhir.
Mari kita renungkan dengan hati dan pikiran yang bersih bahwa apa yang dianugerahkan kita di dunia ini hanya sarana untuk menuju kemulyaan dihadapan Allah SWT,tak ada yang patut dibanggakan justru nantinya jadi sebuah pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Yang kita butuhkan disini sebenarnya hanya mohon kekuatan untuk tetap istiqomah mengingat Allah SWT dalam kondisi suka maupun duka yang akan mengantarkan kita pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin. https://goo.gl/eDjtrh 

Wednesday, November 30, 2016

TETAP MENCINTAI



Hari gini ngomong cinta sejati? ngaca diri dulu dech…udah tau diri belum? Ngga semudah itu kali…
Pecinta sejati itu ngga akan patah hati, karena selalu punya kemauan untuk menciptakan kemampuan dalam menggapai keinginannya hingga mengerti arti kesejatian cinta yang sesungguhnya, yaitu cinta yang selalu menambah kedekatannya kepada Allah SWT. Perlu proses yang panjang untuk memahaminya, ngga cukup jika hanya belajar dari pengalaman orang lain jadi ada tahapan yang harus dijalani. Pikiran dan hati harus selalu terkontrol sehingga emosi dan nafsu benar-benar terkendali dengan begitu dapat dengan mudah mengolah suasana yang ekstrim sekalipun untuk diubah menjadi suasana yang bersahabat yang pada akhirnya akan mampu menciptakan ketenangan dan kebahagiaan hakiki sebagai tujuan akhir kehidupan. https://goo.gl/eDjtrh 

Thursday, November 17, 2016

TEGURAN TUHAN

Percuma kita memakai baju kebesaran jika hati dan pikiran kita masih telanjang karena yang terlihat hanya kehinaan.
Jangan lupa diri dengan anugerah yang diberikan Tuhan, syukurilah nikmat yang ada, jika ingin kebahagiaan selalu terlimpah, sebelum Tuhan mencabut kenikmatan tersebut dan menggantinya jadi penderitaan abadi.
Mungkin sebagian besar dari kita beranggapan bahwa harta,tahta dan keindahan dunia yang kita miliki adalah segalanya yang dapat menjamin ketenangan dan kebahagiaan. Namun nyatanya banyak yang bergelimangan harta tapi tak dapat menikmatinya, bahkan yang dirasa hanya penderitaan dan kegelisahan. Bayangkan jika kekayaan melimpah, sedangkan kita dalam keadaan sakit yang mengharuskan kita mengkonsumsi makanan yang tidak kita sukai agar dapat bertahan hidup, kira-kira kita mampu nggak menjalaninya?

Nah dari contoh tersebut bisa kita ambil hikmahnya bahwa kita harus banyak mengingat dan mensyukuri nikmat Tuhan yang ada jika ingin merasakan kebahagiaan hakiki. Dan sekeras apapun kehidupan ini akan terasa nikmat jika kita selalu mendekatkan diri terhadap sang maha pemilik kenikmatan itu yaitu Allah SWT. Mari kita tata ulang kehidupan ini agar menjadi hidup yang lebih hidup dan bukan hidup dalam kematian hidup (hidup yang tak bermanfaat dan sia-sia)

Wednesday, October 26, 2016

KESABARAN

Ngga usah kepo dengan urusan orang lain, cukup fokus menata diri untuk menjadi yang terbaik.
Hidup ini sering dihadapkan dengan benturan-benturan kehidupan. Hadapilah kenyataan ini dengan penuh keyakinan bahwa inilah jalan yang mesti kita lalui sebelum akhirnya sampai pada tujuan yang sebenarnya. Jangan hindari jalan ini hanya karena pertimbangan akal, karena kita akan tahu maksudnya setelah kita benar-benar telah melaluinya. Ingatlah bahwa Tuhan selalu ingin memberikan yang terbaik walau kadang tak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Untuk itulah kita diharapkan mampu mencari jawaban-jawaban tersebut dalam kehidupan kita. Dan jawaban-jawaban itu hanya mampu ditemukan dalam kondisi jiwa dan pikiran yang tenang. Cepat atau lambatnya pencapaian ketenangan ini tiap orang tentu berbeda tergantung kesungguhan kita dalam memperjuangkannya. Semakin kita mampu mengendalikan diri, maka akan semakin berpeluang besar pula untuk mencapai ketenangan tersebut lebih dini.

Saturday, October 22, 2016

APLIKASI HIDUP

Kritikan sepedas apapun jika tersampaikan dengan emosi dan kebencian akan menjadi bumerang bagi diri sendiri, kecuali tersampaikan dengan santun dan kelembutan hati.
Kehidupan ini penuh dengan perlakuan-perlakuan Tuhan. Dan perlakuan-perlakuan itu merupakan bentuk tempaan hidup yang akan menjadikan diri menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Tempaan tersebut berupa ujian hidup yang berbentuk kebaikan dan keburukan. Jika perlakuan ini semakin membuat kita lebih dekat pada-Nya, niscaya disitulah mulai muncul kenikmatan hidup, dimana kesadaran hati dan pikiran mulai terbuka sehingga merasakan tiada hal lain yang dapat membuat hidup di puncak kenikmatanya kecuali hanya dengan bersyukur dan bertambahnya rasa cinta kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Bila hal ini telah telah benar-benar teraplikasi dalam kehidupan kita, maka cacian, hinaan, celaan dan kritikan pedas apapun bukannya menjadi penyurut hidup, bahkan sebaliknya akan menjadi pemicu bertambahnya apresiasi kita terhadap kehidupan sehingga hal buruk apapun yang kita terima akan menjadi tawar di hati dengan demikian dapat lebih mudah kita sikapi dengan bijak. Dari sini kita bisa meraba diri kita sendiri. Jika perlakuan buruk orang lain masih mampu mempengaruhi kita sehingga memicu reaksi buruk pula, bahkan mengusik ketenangan yang berkepanjangan, maka disitulah gambaran level kehidupan dan keimanan kita.
Semakin kita dapat membuat hati menjadi tawar terhadap hal buruk yang kita kita terima, maka disitulah dapat dipastikan kualitas kehidupan kita semakin membaik. Dan sebaliknya, semakin kita mudah tersulut emosi dan sakit hati, berarti dapat dipastikan bahwa diri kita masih penuh dengan penyakit hati. Dan penyakit inilah yang perlu segera mendapatkan penanganan utama agar segera terbebas dari belenggu kegalauan, kecemasan dan kekawatiran.
Mari kita introspeksi diri kita masing-masing dan nasehatilah diri kita seolah-olah kita sedang menasehati orang lain. Niscaya nasehat itu takkan terasa menyakitkan dan pedas jika kita mengaplikasikan terlebih dahulu terhadap diri kita sendiri, jangan dicoba, tapi perlu dilakukan. Semoga bermanfaat.

Wednesday, October 19, 2016

UNLIMITED LOVE

Jangan ribet mempermasalahkan cinta, cukup jalani dengan kesungguhan dan nyatakan sendiri pengaruhnya.
Tuhan ngga pernah memberi batasan dalam mencintai para hamba-Nya. Cinta itu bentuk kebebasan dan kita tak berhak mengatur skenario cinta sesuai keinginan kecuali Allah SWT.
Zaman semakin modern namun sayang, cara menanggapi masalah percintaan tak lagi menggunakan hati, tapi menggunakan logika. Itulah kenapa banyak para pecinta yang gagal menterjemahkan dalam kehidupannya. Bukankah Tuhan juga tak bisa dinalar dengan logika? Kita tak usah memungkiri kenyataan ini. Dan begitupun dengan cara menyikapi percintaan. Cinta seolah-olah hak milik kelompok atau kelas tertentu dan hanya mampu diwujudkan dengan persyaratan logika, seperti keindahan rupa, kekayaan dan hal ideal lainnya. Namun ingat satu hal bahwa semua itu tak kan berlaku tatkala Tuhan menghendaki semua itu berjalan dengan skenario-Nya. Jadi kita tak perlu lagi mempermasalahkan ketidakseimbangan cinta yang terlihat di mata, namun begitu kita harus berani menerima kenyataan yang ada bahwa keindahan hakiki cinta itu terletak di rasa yang bersemayam di hati. Cinta itu tak membutuhkan persyaratan khusus, cukup niatan baik untuk beribadah. Mungkin Anda sekalian lebih mumpuni lagi dalam memaparkannya. https://goo.gl/eDjtrh 

KASIH DAN SAYANG

Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...