Mencintai
itu bukan kejahatan yang pantas dimaki bahkan perlu dihargai sebelum cinta itu
tak menghargai dan mencabut rasa cinta pada orang-orang yang kita cintai.
Kadang
cinta itu datang tak diundang dan perginya tanpa pesan, namun setidaknya
hormatilah kedatangannya tanpa harus memperhatikan siapa sosok yang jadi
pengembannya. Dan itulah cara memberikan apresiasi yang baik terhadap diri
sendiri, sehingga menambah keanggunan
dimata para pecintanya. Sertakan dalam do’a-do’a kita seandainya cinta
yang hadir menjadi ganjalan jiwa dan mohon
petunjuk Tuhan agar senantiasa menjauhkan cinta para pendusta dan selalu mendekatkan
cinta yang penuh keberkahan. Dan inilah cara terhormat bila dihadapkan pada para
pecinta yang membabi buta. Karena pada hakikatnya cinta itu tak buta, dan yang
membutakan itu adalah besarnya nafsu yang
memenuhi ruang hati kita. Oleh karena itu mari kita selalu berupaya menyisakan ruang bagi Tuhan sebagai sarana
pengendalian diri, agar Tuhan selalu memberi kepekaan hati sehingga dimampukan
menangkap sinyal yang mengindikasikan peringatan tentang hal yang perlu
dihindari, sehingga kita jugaakan
terhindar dari cinta yang sesat dan menghinakan.
Mari
kita mejadi bagian dari jiwa-jiwa anggun yang senantiasa memperlakukan cinta
dengan segala kerendahan hati, dan membiarkannya singgah di hati sebelum
akhirnya tahu bahwa cinta itu akan bertahan dan menambah kebahagiaan atau hanya
sekedar singgah lalu pergi sebagai pembelajaran hati. Dan perlu diingat bahwa
Tuhan tak pernah menghadirkan cinta secara kebetulan dan pasti ada makna yang
selalu tersirat. Dan kita tak akan pernah mampu memaknainya selama nafsu masih
merajai hati. Cinta itu hal yang mendamaikan sehingga kehadirannya hanya mampu
dimaknai dan diterjemahkan oleh jiwa-jiwa yang penuh kedamaian.
Mari
kita perbaiki kualitas diri kita agar Tuhan memberikan cinta melebihi kualitas
cinta yang telah kita upayakan. Aamiin…
No comments:
Post a Comment