Jika kebohongan telah menjadi gaya hidup,
terus dimana lagi kita akan menempatkan sebuah kebenaran?
Nilai kebenaran sekarang mulai dirasakan kurang
mendapat tempat dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Kehidupan dirasa seperti
proses alamiah biasa yang tak lagi membutuhkan nuansa peradaban yang
bermoralitas. Cara-cara hidup seperti ini cukup signifikan dalam memberikan
pengaruh terhadap kemajuan masa depan suatu bangsa. Kemajuan tanpa adanya
perpaduan yang seimbang dengan nilai spiritual akan menciptakan varian
kehidupan baru yang bersifat arogansi yang cenderung mengutamakan kalangan
komunitas tertentu sebagai symbol supremasi untuk mendapatkan pengakuan dari
para kompetitornya. Segala cara dan kebohongan dapat diberlakukan, bahkan tak
segan-segan mengatasnamakan agama. Lalu bagaimana jadinya nanti jika agama tak
lagi jadi tuntunan dan beralih fungsi jadi sajian tontonan? Mari kita pikirkan
bersama tentang bagaimana menindak lanjuti permasalahan ini agar menjadi solusi
bagi perkembangan generasi ke depannya nanti. Semoga Allah senan
No comments:
Post a Comment