Tuesday, January 17, 2017

GALI ILMU

Ilmu itu bukan sarana untuk mendebat tapi sarana untuk mengenali Tuhan lebih dekat.
Banyaknya ilmu dan pengertian yang didapatkan tak kan berbobot bahkan terasa ringan seperti kapas yang mudah terhempas saat tertiup angin sebelum benar-benar kita melalui, mengalami dan menerapkan dengan benar dalam kehidupan nyata. Jika melihat dan membayangkan perjalanan hidup yang sulit saja sudah tak sanggup apa lagi hendak menjalani.
Mari gali ilmu dan pengertian hidup yang dalam agar kita mampu menguburkan sedalam-dalamnya semua keburukan yang menguasai diri dalam hati hingga tersisa kebaikan yang yang membawa ketenangan. Dengan begitu kita lebih mudah mengendalikan diri. Jika hal ini telah mampu terkuasai maka hati jadi damai, tak mudah tersinggung, dan tak mudah takjub  dengan perilaku dunia. Semua ngga sulit hanya saja kita malas untuk segera memulai dan bertindak.
Jika kita membiarkan diri terhanyut dalam kenyamanan pikiran dan hati yang dangkal maka disitulah sebenarnya kita telah membuka celah penyulut bagi merasuknya rasa emosi dan benci hingga akhirnya memunculnya perasaan mudah tersinggung ketika bertemu permasalahan yang bertentangan dengan keyakinan, karena merasa keyakinan sendirilah yang paling benar. Nah justru di situlah sebenarnya letak labilnya pengendalian diri tersebut. Mengingat keyakinan tiap individu itu berbeda,jadi hal ini tak harus dipertentangkan tapi perlu dirangkul dalam wadah kerukunan yang didalamnya ditanamkan kesadaran untuk membina rasa saling menghormati sehingga tercipta nuansa hidup yang berwarna dalam satu cinta. Nah begitu juga kita diciptakan Tuhan dalam dua jenis yang berbeda tiada lain untuk disatukan dalam satu cinta guna meraih kebahagiaan hidup bersama.Smoga Allah senantiasa membuka hati dan pikiran kita agar selalu bersabar dalam menghadapi apa yang tersurat hingga akhirnya mampu untuk memahami apa yang tersirat. Aamiin…
https://goo.gl/eDjtrh 

Saturday, January 14, 2017

PILIH AKU

Jangan terlalu banyak kriteria dalam menentukan pasangan hidup, hingga lupa diri bahwa hidup kita juga masih jauh di bawah kriteria yang kita standarkan untuk orang lain.
Semakin berkembangnya zaman semakin banyak hal yang menyenangkan, sebegitu banyaknya sehingga kita dihadapkan pada banyak pilihan-pilihan sebagai kebutuhan yang dianggap dapat membahagiakan hidup. Namun begitu kita melupakan satu hal bahwa sebenarnya penentu kebahagiaan itu diri kita sendiri. Kurangnya ilmu dan pengertian dalam menyikapi kehidupan inilah yang menjadi salah satu penyebab gagalnya meraih kebahagiaan yang sebenarnya. Yang dijadikan pedoman hanya sebatas apa yang kita lihat dan kita dengar tanpa ilmu, sehingga yang terpikir hanya apa yang sekiranya sesuai dengan logika. Padahal kehidupan tak selalu berkaitan dengan hal yang terpikir secara rasional saja. Ada aspek lain yang perlu diperhitungkan. Apa yang terlihat sempurna tak menjamin jadi kesempurnaan yang sesungguhnya mengingat bahwa bungkus tak selalu identik dengan isinya. https://goo.gl/eDjtrh 

Wednesday, January 11, 2017

KAYA SEJATI

Kekayaan itu tak perlu mendapatkan pengakuan, karena pada hakikatnya kita tak punya apa-apa.
Harga diri kita di mata Tuhan bukan semata seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang dapat kita kita syukuri sehingga mampu menikmati setiap anugerah yang diberikan-Nya. Jadi apalagi yang perlu kita takutkan jika Tuhan pun telah menjanjikan tambahan nikmat ketika kita mensyukuri dengan semua yang diberikan-Nya?
Mari kita sama-sama banyak bersyukur atas nikmat yang ada, sebelum semua berubah jadi ketakutan dan azab yang amat pedih akibat kelalaian dan keingkaran (kufur nikmat) kita. Mari kita berdoa agar Allah SWT selalu memberi petunjuk sehingga langkah perjalanan hidup ini senantiasa mendapatkan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin… https://goo.gl/eDjtrh  

Saturday, January 7, 2017

INGAT JANJI



Jadi diri sendiri itu ngga mudah, jadi juga harus siap jika dicap seburuk apapun walau kita tak pernah melakukan seperti yang mereka tuduhkan. Gimana udah siap lahir batin untuk menerima perlakuan itu?
Janji itu hal mudah, namun seringkali kita terpeleset dan jatuh karenanya, dan seringkali kita menyepelekannya bahkan tak sering meremehkannya seperti pepesan kosong. Jangan gampang janji jika kita sendiri tak mampu mewujudkan janji pada diri sendiri. Mari kita kaji lagi diri kita, sudah terbebaskah kita dari hutang yang bernama janji. Termasuk golongan manakah diri kita, apakah menjadi bagian dari orang-orang yang amanah, atau kelompok orang-orang yang khianat? Ngga usah orang lain tahu, cukup kita sendiri yang harus mencari jawaban itu pada diri sendiri.
Kita memang gudangnya munafik, jadi ngga usah gampang marah jika suatu saat kemunafikan itu kembali menegur kita. Mari kita cari sendiri- sendiri, pasti nanti kita menemukan kemunafikan-kemunafikan kecil itu. Dan mari kita benahi kemunafikan-kemunafikan kecil tersebut sebelum jadi kemunafikan kelas fatal. https://goo.gl/eDjtrh  

Wednesday, January 4, 2017

DESAHAN HATI

Jika tawa hanya akan mematikan hati, biarlah cukup isak tangis yang kupilih jika memang akan mendekatkanku pada-Mu.
Bahaya akhir zaman sudah banyak bertebaran memasuki berbagai lini kehidupan, mulai dari bahaya teknologi, budaya, moral bahkan keyakinan, serta berbagai sector sendi kehidupan lainnya yang mungkin anda sekalian lebih pahami. Dan sepertinya yang tak terasa bahayanya justru hal yang berkaitan dengan semua bentuk kenyamanan. Kenyamanan itulah yang seringkali membuat kita lalai, lalai waktu, maupun lalai dalam berbagai hal yang menyebabkan kelalaian utama terhadap tujuan hidup yang sebenarnya. Mari kita sama-sama berdo’a semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kelalaian untuk selalu mengingat-Nya Aamiin

https://goo.gl/eDjtrh 

KASIH DAN SAYANG

Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...