Wednesday, May 10, 2017

TRUST ME

Tebarkan rasa cinta dimanapun kita berada dengan perilaku yang indah, sehingga pesona keindahan itu menjerat para hati yang terpikat.
Jodoh tak harus kita kenali berlama-lama dalam berpacaran sehingga begitu melihat kelemahannya kita berpikir dua kali untuk meneruskannya. Dan hal itu akan terus menerus menghantui pikiran kita. Begitupun bila nantinya berlanjut menjadi satu keluarga, kelemahan-kelemahan itu akan semakin nampak, belum lagi timbulnya masalah-masalah baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Semua kelemahan dan kelebihan sudah tersaji satu paket dalam diri kita. Untuk itulah masalah jodoh bukan sekedar cari pasangan yang rupawan tapi cari yang seiman dan sehati apapun kondisinya sehingga mampu melalui batasan-batasan yang dipersyaratkan oleh pemikiran sempit yaitu hanya sebatas ukuran materi dan kesempurnaan fisik semata. Padahal hakikatnya semua ciptaan Allah itu sempurna, hanya saja pemikiran kita sendiri yang jauh dari kesempurnaan sehingga hanya melemahkan keinginan untuk melangkah lebih jauh ke depan. Cinta Allah itu tak terbatas, mengapa kita harus membuat batasan-batasan sendiri? Allah seringkali memperlihatkan ketidakseimbangan dalam kehidupan ini, namun hakikatnya Allah juga menyiratkan kesempurnaan yang hanya mampu diterjemahkan oleh hamba-hambanya yang mau berpikir dan bersyukur.

Tuesday, May 9, 2017

EGO

Hubungan yang baik terjalin erat karena adanya keikhlasan dan kerendahan hati serta saling menghormati kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Jangan biarkan ego menguasai diri sehingga merusak ranah pergaulan yang harusnya menciptakan kemesraan justru menjadi ajang permusuhan. Selama kita tak berusaha mengalahkan ego diri sendiri, selama itu pula kita tak pernah mengenal arti keikhlasan menjalani hidup. Semua dinilai dengan pamrih dan pengakuan.

TERHORMAT

Kehormatan dan harga diri kita terbentuk dari perilaku yang berbudi luhur, baik dari segi ucapan maupun tindakan  dan bukan dari hasil rekayasa yang selama ini diberlakukan di masyarakat, hanya karena berasal dari riwayat garis keturunan yang baik maka dianggap semua keturunannya baik tanpa memperdulikan apakah perilaku-perilaku tersebut sudah benar-benar mencerminkan tradisi yang baik dari leluhur terdahulunya atau belum.
Jika tradisi perilaku leluhur yang baik tersebut tak berlaku pada garis keturunannya maka penghormatan-penghormatan tersebut menjadi terkesan kurang pada tempatnya, sehingga perilaku buruk tetap dianggap baik terutama bagi para pengikutnya.
Dan sangat beruntung sekali Allah memberikan rumusan yang sederhana tentang hal ini bahwa kehormatan dan harga diri tersebut tergantung dari amal perbuatan kita sendiri, baik terhadap sesama maupun terhadap Tuhannya tanpa memandang syarat status apapun. Baik dan buruknya amal perbuatan itu adalah pilihan hidup, dan akibatnya akan kembali kepada kita sesuai dengan pilihan tersebut.
Jadi pada kesimpulannya kehormatan dan harga diri itu tak perlu diminta atau diharap tapi perlu kita berikan sehingga pemberian itulah yang otomatis kembali pada kita, yaitu menjadikan kita terhormat dan dihargai. Jika kita masih berharap orang lain untuk menghormati dan menghargai diri kita berarti sama saja menunjukkan bahwa diri kita tak berharga dan memang tak layak untuk dihargai.

Saturday, May 6, 2017

UP TO DATE

Ngga usah ingin dianggap wah, jika hanya membuat kita kelihatan bertambah payah demi mendapatkan pengakuan orang lain. Jadilah orang berkelas seperti yang dicontohkan Surat Al-Ikhlas yang didalamnya tak ada kata ikhlas.
Ketenangan seringkali bersemayam dalam diri orang-orang yang ikhlas dan bersahaja dalam menerima perlakuan hidup, mereka tak mudah terkejut dengan perubahan dunia walau usia mengikis keindahan rupa. Hanya orang-orang yang tak menerima hakikat kefanaan dunia yang kawatir akan perubahan bentuk keindahan dunia tersebut sehingga menyiksa diri untuk bertahan dalam kesempurnaan semu dengan image-image yang diyakini mampu memberi kepuasan dan ketenangan nyata di dalam jiwa. Namun faktanya jauh sekali dari kesan yang diharapkan. Dan pada akhirnya jadi tekanan hidup yang semakin hari semakin menyiksa. Kiranya tiada cara lain untuk mengobati siksaan tersebut kecuali hanya dengan bertobat meminta ampunan Tuhan atas keserakahan kita terhadap nikmat Allah yang hampir tak pernah kita syukuri dan kita terima dengan ikhlas keberadaannya.

Friday, May 5, 2017

MENJAGA PERASAAN

Mari kita sering-sering mengintrospeksi diri agar lebih tahu bahwa orang lain pun dapat mengerti diri kita jika kita juga berusaha memahami diri sendiri terlebih dahulu.
Tak perlu menuntut orang lain untuk menuruti kehendak kita, sedangkan kita sendiri belum tentu mau menuruti kehendak orang lain. Jadi yang terpenting fokuskan apa yang terpenting buat diri kita sendiri. Kiranya sudah cukup pantaskah kehendak kita dituruti, dan sejauh mana kita menjalankan dan menuruti apa yang dikehendaki Tuhan ? Mari kita coba mengerti diri sendiri terlebih dahulu sebelum terlalu jauh untuk mengerti orang lain, karena orang lainpun sama-sama diberi perasaan yang sama oleh Tuhan, hanya saja cara pengolahannya saja yang berbeda. Semua ada ilmunya, oleh karena itu jangan pernah berhenti mencari ilmu. Semakin tinggi keilmuan seseorang maka akan semakin mudah kita mengerti dan dimengerti orang lain.

KASIH DAN SAYANG

Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...