Jangan biarkan rupa menuntun hati, tapi buatlah hati berkuasa
agar mampu menuntun lahir dan bathin kita.
Tak sedikit dari kita yang terjebak pada keindahan paras
wajah, sehingga ketertarikan hanya bertahan sementara selama keindahan tersebut
belum pudar. Trus kalo pudar maunya nyari pengganti lagi gitu? Nah itu dia
permasalahannya. Oleh karena itu mari kita setting ulang tatanan hati kita agar
hati benar-benar menjadi pengarah yang baik yang mendasari perilaku dan
tindakan kita secara utuh sehingga mengarah pada tujuan kehidupan yang
sebenarnya. Saturday, April 30, 2016
Thursday, April 28, 2016
HUMAN BEING
Hidup itu adalah seni peran yang harus kita bakati dengan
ilmu dan pengetahuan untuk menjadi sebaik-baiknya pemeran kehidupan.
Berperanlah yang baik dalam menjalani kehidupan ini, tanpa
berharap penilaian apapun dari peran yang kita mainkan. Tuhan hanya ingin kita
fokus pada cara menjalankan peran, bukan
pada hasil akhir nya, karena hasil akhir peran kita sepenuhnya hak Allah, entah
itu dibuat berhasil, atau gagal. Nah sekarang tinggal bagaimana kita
menyikapinya, jika kita tetap berpikir baik dengan ketentuan-Nya, niscaya semua
akan baik-baik saja, karena apapun perlakuan Allah terhadap kita semata-mata
untuk kebaikan kita juga. Namun begitu perlu pemahaman yang mendasar untuk
memaknai setiap perlakuan-perlakuan tersebut. Dan yang Allah inginkan dari kehidupan
ini hanya agar kita berperan yang baik sesuai skenario masing-masing, tanpa
sanggahan apapun sebelum akhirnya nanti
akan terjawab tentang maksud dan tujuan dari semua perlakuan tersebut.
Semakin kita ikhlas berperan, semakin kita mendekati hakikat pengertian yang dimaksudkan-Nya.
Wednesday, April 27, 2016
KIRA-KIRA APA YANG AKAN KAU SAMPAIKAN
Sebesar apa sih cinta kita pada junjungan kita Nabi besar
Muhammad SAW?, coba rasakan dalam hati dan perasaan itulah yang akan jadi tolak
ukur kecintaan kita pada Beliau.
Kenapa kita mesti mengidolakan orang-orang yang jelas-jelas
tidak membawa tuntunan dan justru mengidolakan orang –orang yang jadi maskot
tontonan, kemana nurani kita? Nabi kita Muhammad SAW berjuang mati-matian
menegakkan kebenaran sedang kita tinggal meneladani saja banyak yang enggan,
trus apa tujuan hidup yang kita inginkan? Coba rasakan, sebesar apa getaran
hati kita terutama saat lantunan sholawat bergema, masih adakah getaran cinta
kita untuk Nabi besar kita? Kiranya Anda sendirilah yang bisa merasakannya,
sebesar apa cinta kita pada Beliau. Mari kaji ulang hati kita dan reset ulang
tujuan hidup kita yang sebenarnya, semoga kita menjadi orang-orang yang selalu
mendapat petunjuk, Aamiin…
BISA NGGA ?
Abaikan hal yang melemahkan kita, dan semangati hidup dengan hal-hal yang menyenangkan…semangat yuk…
Hampir semua orang tak mampu melupakan kenangan-kenangan indah yang dilalui, dan sayangnya tak semua orang bisa menggunakan moment tersebut sebagai penyemangat disaat kita sedang malas dan tak bergairah untuk bertindak.
Malas adalah tamu yang melenakan kita. Mari sama-sama kita lawan rasa malas yang ada dalam diri kita, kalo perlu lapor RT, RW setempat jika ada rasa malas yang datang mengganggu kehidupan kita biar kita keroyok rame-rame , he he he…
maaf intermezo canda …biar hati ngga garing…
Hampir semua orang tak mampu melupakan kenangan-kenangan indah yang dilalui, dan sayangnya tak semua orang bisa menggunakan moment tersebut sebagai penyemangat disaat kita sedang malas dan tak bergairah untuk bertindak.
Malas adalah tamu yang melenakan kita. Mari sama-sama kita lawan rasa malas yang ada dalam diri kita, kalo perlu lapor RT, RW setempat jika ada rasa malas yang datang mengganggu kehidupan kita biar kita keroyok rame-rame , he he he…
maaf intermezo canda …biar hati ngga garing…
Sunday, April 24, 2016
LEND ME YOUR HEART
Kedekatan hubungan bukan jaminan kepercayaan, tapi
kepercayaan akan menjamin kedekatan hati.
Semua orang mampu untuk menjalin hubungan yang dekat, tapi
hanya sebagian saja yang mampu menjamin kedekatan yang langgeng, yaitu orang-orang
yang amanah yang mampu mempertanggung jawabkan amanah tersebut terhadap
Tuhannya. Jika amanah Tuhan seringkali diabaikan maka amanah sesama apalagi.
Nah dari hal tersebut kita bisa menarik gambaran apa yang pantas buat diri kita,
amanah atau khianatkah diri kita? Tentu bukan hal yang sulit bukan untuk
mengkategorikannya?
Thursday, April 21, 2016
NEVER MIND
Jangan pernah biarkan kesedihan mampu mengubah kebiasaan untuk
tersenyum, karena senyum itu adalah ibadah.
Jadikan diri kita bagian dari keceriaan orang-orang di
sekitar kita, sehingga nantinya terjadi ikatan batin yang kuat dan memberikan
kesan nyaman serta menyisakan kerinduan yang mendalam ketika sedang saling
berjauhan. Memang nggak semua orang mampu melakukannya, karena niatannnya
sering dibarengi dengan rasa pamrih, tanpa
kejujuran dan keikhlasan yang maksimal, jadi apa yang seharusnya
berkesan baik malah berkesan sebaliknya. Mari kita berlatih keikhlasan mulai
dari sekarang, ikhlas dalam berpikir dan bertindak serta ikhlas dengan apapun
yang telah kita upayakan, karena itu yang terbaik menurut skala Tuhan. Be wise
please…
Subscribe to:
Comments (Atom)
KASIH DAN SAYANG
Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...