Kebaikan itu ngga butuh pamrih karena
terwujud dari keikhlasan hati. Jadi kebaikan itu tak perlu susah payah
dibuktikan hanya untuk mendapatkan pengakuan. Biarkan kebaikan itu sendiri yang
akan membentuk wacana tersendiri sesuai dengan apa yang ditetapkan Allah, entah
itu tetap tersembunyi menjadi image antagonis atau akan muncul menjadi image menarik
yang sesuai dengan gambaran nyata pada umumnya. Semua terserah-serah Allah cara
mengaplikasikannya pada kehidupan kita, jadi tak perlu membuat prediksi-prediksi
ke depan terlalu jauh tentang hal ini.
Anggapan baik dan buruk dari perilaku kita adalah
satu paket perjalanan hidup yang memang sudah menjadi bagian dari scenario Tuhan
yang sudah ditetapkan terlebih dahulu sebagai reaksi atas langkah-langkah yang
kita putuskan. Sekarang tinggal bagaimana cara kita memilih langkah untuk menjalankannya,
akan ditempuh dengan jalan baik atau buruk ?, dimana kedua hal tersebut masing-masing memiliki alur dan konsekwensi yang
berbeda dalam mewujudkan hasil akhirnya. Selamat berjuang…Thursday, May 18, 2017
Wednesday, May 10, 2017
TRUST ME
Tebarkan rasa cinta dimanapun kita
berada dengan perilaku yang indah, sehingga pesona keindahan itu menjerat para hati
yang terpikat.
Jodoh tak harus kita kenali berlama-lama dalam
berpacaran sehingga begitu melihat kelemahannya kita berpikir dua kali untuk
meneruskannya. Dan hal itu akan terus menerus menghantui pikiran kita.
Begitupun bila nantinya berlanjut menjadi satu keluarga, kelemahan-kelemahan
itu akan semakin nampak, belum lagi timbulnya masalah-masalah baru yang tak
pernah terpikirkan sebelumnya. Semua kelemahan dan kelebihan sudah tersaji satu
paket dalam diri kita. Untuk itulah masalah jodoh bukan sekedar cari pasangan
yang rupawan tapi cari yang seiman dan sehati apapun kondisinya sehingga mampu
melalui batasan-batasan yang dipersyaratkan oleh pemikiran sempit yaitu hanya
sebatas ukuran materi dan kesempurnaan fisik semata. Padahal hakikatnya semua
ciptaan Allah itu sempurna, hanya saja pemikiran kita sendiri yang jauh dari
kesempurnaan sehingga hanya melemahkan keinginan untuk melangkah lebih jauh ke
depan. Cinta Allah itu tak terbatas, mengapa kita harus membuat batasan-batasan
sendiri? Allah seringkali memperlihatkan ketidakseimbangan dalam kehidupan ini,
namun hakikatnya Allah juga menyiratkan kesempurnaan yang hanya mampu diterjemahkan
oleh hamba-hambanya yang mau berpikir dan bersyukur.Tuesday, May 9, 2017
EGO
Hubungan yang baik terjalin erat
karena adanya keikhlasan dan kerendahan hati serta saling menghormati kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
Jangan biarkan ego menguasai diri sehingga
merusak ranah pergaulan yang harusnya menciptakan kemesraan justru menjadi
ajang permusuhan. Selama kita tak berusaha mengalahkan ego diri sendiri, selama
itu pula kita tak pernah mengenal arti keikhlasan menjalani hidup. Semua
dinilai dengan pamrih dan pengakuan.TERHORMAT
Garis keturunan yang baik dan
terhormat bukan jaminan yang menjadikan kita menjadi kalangan terhormat, tapi
semua tergantung pada bagaimana cara kita membawa diri.
Kehormatan dan harga diri kita
terbentuk dari perilaku yang berbudi luhur, baik dari segi ucapan maupun
tindakan dan bukan dari hasil rekayasa
yang selama ini diberlakukan di masyarakat, hanya karena berasal dari riwayat
garis keturunan yang baik maka dianggap semua keturunannya baik tanpa
memperdulikan apakah perilaku-perilaku tersebut sudah benar-benar mencerminkan
tradisi yang baik dari leluhur terdahulunya atau belum.
Jika tradisi perilaku leluhur yang
baik tersebut tak berlaku pada garis keturunannya maka penghormatan-penghormatan
tersebut menjadi terkesan kurang pada tempatnya, sehingga perilaku buruk tetap
dianggap baik terutama bagi para pengikutnya.
Dan sangat beruntung sekali Allah
memberikan rumusan yang sederhana tentang hal ini bahwa kehormatan dan harga
diri tersebut tergantung dari amal perbuatan kita sendiri, baik terhadap sesama
maupun terhadap Tuhannya tanpa memandang syarat status apapun. Baik dan buruknya
amal perbuatan itu adalah pilihan hidup, dan akibatnya akan kembali kepada kita
sesuai dengan pilihan tersebut.
Jadi pada kesimpulannya kehormatan dan harga
diri itu tak perlu diminta atau diharap tapi perlu kita berikan sehingga
pemberian itulah yang otomatis kembali pada kita, yaitu menjadikan kita
terhormat dan dihargai. Jika kita masih berharap orang lain untuk menghormati
dan menghargai diri kita berarti sama saja menunjukkan bahwa diri kita tak
berharga dan memang tak layak untuk dihargai.Saturday, May 6, 2017
UP TO DATE
Ngga usah ingin dianggap wah, jika hanya
membuat kita kelihatan bertambah payah demi mendapatkan pengakuan orang lain. Jadilah
orang berkelas seperti yang dicontohkan Surat Al-Ikhlas yang didalamnya tak ada
kata ikhlas.
Ketenangan seringkali bersemayam dalam diri
orang-orang yang ikhlas dan bersahaja dalam menerima perlakuan hidup, mereka
tak mudah terkejut dengan perubahan dunia walau usia mengikis keindahan rupa.
Hanya orang-orang yang tak menerima hakikat kefanaan dunia yang kawatir akan
perubahan bentuk keindahan dunia tersebut sehingga menyiksa diri untuk bertahan
dalam kesempurnaan semu dengan image-image yang diyakini mampu memberi kepuasan
dan ketenangan nyata di dalam jiwa. Namun faktanya jauh sekali dari kesan yang
diharapkan. Dan pada akhirnya jadi tekanan hidup yang semakin hari semakin
menyiksa. Kiranya tiada cara lain untuk mengobati siksaan tersebut kecuali hanya
dengan bertobat meminta ampunan Tuhan atas keserakahan kita terhadap nikmat
Allah yang hampir tak pernah kita syukuri dan kita terima dengan ikhlas keberadaannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
KASIH DAN SAYANG
Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...
-
Selama perilaku kita terjaga, diminta atau tidak kesan baik akan tersimpan di hati mereka. Kesan kita di hati orang lain tergantung pe...