Friday, August 19, 2016

TRUE FRIEND



Jangan abaikan teman, apapun status profesinya, karena kita tak pernah tahu dari sisi mana kita mendapatkan pelajaran berharga dari sudut pandang yang tak pernah kita pikirkan.

Teman itu adalah asset yang perlu kita jaga, karena kadang dari situlah muncul hal baru yang menambah khasanah kehidupan kita. Setiap teman punya dunianya yang menjadi pembelajaran berharga buat langkah kita ke depan. Perlu diingat bahwa Tuhan seringkali menjadikan teman sebagai media perantara untuk mengingatkan bahkan menegur kesalahan kita. Hanya saja kita kurang tanggap terhadap moment-moment dimana kita dikondisikan pada hal tersebut. Marilah kita lebih bijak dalam bersikap agar keberadaan diri kita menjadi hal yang bermanfaat bagi teman-teman dan saudara-saudara dimanapun kita berada, dan menjadikan Allah ridho dengan amal perbuatan yang kita lakukan. Aamiin …

Tuesday, August 16, 2016

DIRGAHAYU RI KE 71



MERDEKA...


Kemerdekaan sejati itu yaitu kemerdekaan yang benar-benar membebaskan beban secara keseluruhan baik lahir maupun batin sehingga jiwa merasakan kebebasan yang sesungguhnya untuk menikmati kedamaian hakiki.

Friday, August 12, 2016

KEMERDEKAAN HATI



Kemerdekaan itu tak berarti apa-apa jika pada kenyataannya hanya berupa pernyataan sedangkan hati masih menjerit terjajah,tertekan, dan terkungkung penderitaan.

Kemerdekaan hati itu penting sekali sehingga kita punya kebebasan seutuhnya untuk melepaskan apa yang patut kita lepaskan dan mempertahankan apa yang patut kita pertahankan demi menjamin stabilitas ketenangan hati seutuhnya. Sedangkan ketenangan hati itu sendiri bisa terpenuhi apabila hati tak pernah mengijinkan hal buruk untuk tetap masuk mempengaruhi ranah perasaan kita. Kita jangan pernah menyalahkan apa yang jadi penyebab ketidaknyamanan hati, karena penyebab itu sebenarnya berasal dari diri kita sendiri yang tak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Bila kita mampu menetralisirnya, tak mungkin akan merambah jauh ke dalam perasaan. Mari kita latih hati dan pikiran kita agar dapat menguasai, mengendalikan serta mengarahkan setiap momen yang ada dengan maksud untuk mengantisipasi terjadinya gesekan-gesekan yang dapat mengganggu stabilitas ketenangan dan kedamaian kehidupan kita seutuhnya. https://goo.gl/eDjtrh

Thursday, August 11, 2016

MERAJUT KEHIDUPAN



Jangan biarkan ketakutan hidup menjadi tabir keraguan dalam mencapai kesuksesan.

Kita tak perlu terlalu apatis dengan apa yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Tugas kita hanya menghadapi hingga episode-episode tersebut berlalu. Semakin kita sering berusaha menghindarinya berarti semakin menunda kenaikan level kualitas kehidupan berikutnya. Dan selama itu juga kita masih akan dipertemukan pada level-level kehidupan yang sama, sehingga hidup terasa flat dan tak berkarakter sama sekali karena hanya ingin mencari posisi yang aman dan nyaman. Hal ini bisa diibaratkan di sekolah, jika kita belum bisa menguasai materi yang diujikan tentu kita tidak akan lulus-lulus, jadi kita perlu mengulang-ulang pelajarannya hingga kita mampu menguasainya. Dengan menguasainya berarti pelajaran tersebut benar-benar bertahan dalam hati dan pikiran sehingga membentuk diri menjadi kualitas baru menuju level hidup selanjutnya. Disitulah sebenarnya gambaran cara Allah menguji dan melihat kesungguhan hamba-hambanya dalam memperjuangkan hidup, dan semua hal ini berlaku disemua aspek kehidupan. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk membangkitkan kelemahan yang ada sehingga menjadi sumber kekuatan baru dalam mewujudkan kehidupan yang benar-benar diridhoi-Nya Aamiin… https://goo.gl/eDjtrh  

Monday, August 8, 2016

PENCURI HATI

Keyakinan itu penting tapi jangan pernah mengalahkan keyakinan terhadap ketentuan Allah…
Apa yang terbaik buat kita belum tentu yang terbaik menurut ketentuan Allah SWT. Kita tak perlu mengikatkan hati terlalu ketat, apalagi berandai-andai dengan bayangan indah yang melenakan kita hingga terjatuh dalam jurang kekecewaan yang dalam,sehingga ketika ketentuan Allah benar-benar diberlakukan kita bisa menerimanya dengan tulus dan ikhlas. Kita hanya pemeran scenario-Nya, dimana jalan ceritanya terserah sang sutradara. Kalau kisah film dibioskop skripnya bisa kita baca terlebih dahulu dan bisa diatur sedemikian rupa sehingga benar-benar tampil memukau di hadapan penonton. Sedangkan dalam peran kehidupan nyata yang terjadi  justru berbalik. Kita menjalani dulu peran tersebut baru kita dapat menyimpulkan  skripnya. Jadi tugas kita disini cuma disuruh ikhlas dan bersabar menjalankan hidup hingga akhirnya satu persatu jalan keinginan itu dipertemukan-Nya, baik rejeki, jodoh, kebahagiaan dan sebagainya. Mari cermati kehidupan ini dengan bijak agar Allah senantiasa memberikan petunjuk dan arah yang jelas menuju jalan yang diridhoi-Nya Aamiin… 

Friday, August 5, 2016

BENIH PERASAAN

Andai aku bisa memilih, aku akan ijin Tuhan untuk pilih hidup bersamamu…yess, xi xi xi

Hidup itu penuh dengan pilihan-pilihan yang semua itu akan menjadi kesan di dalam perasaan para pemerhati disekeliling kita. Pilihan yang baik atau buruk akan berkembang dengan segala konsekwensinya. Sekarang tinggal bagaimana kita menjalaninya. Bahagia dan kesedihan adalah bagian dari pilihan tersebut. Jangan pernah menyalahkan orang lain tentang akibat yang akan kita terima nantinya. Toh semua itu sudah menjadi komitmen kita dalam menentukan nasib kita sendiri. Tuhan hanya menyuruh kita dalam kebaikan, pilihan selanjutnya terserah Anda…Your choice is your destiny… 

Tuesday, August 2, 2016

KAIDAH HIDUP

Jangan bangga dengan kata-kata indahmu jika hanya melalaikan rasa bersyukurmu,karena semua itu semata hanya anugerah yang dipinjamkan Tuhan.
Orang yang bijak tak akan menilai pesan atau nasehat dari siapa yang menyampaikannya tapi lebih berdasar pada kualitas makna yang terkandung dari pesan yang disampaikannya. Bisa jadi Tuhan menghendaki hal itu tersampaikan melalui keluguan anak kecil atau bahkan dari orang-orang yang punya keterbatasan fisik maupun mental sekalipun. Jika kita sejenak mau berpikir bahwa orang gila yang kita jumpai dijalananpun sebenarnya juga memberikan pesan moral yang begitu mendalam, namun seringkali kita mengabaikan hal itu. Bayangkan mereka makan dari makanan yang notabene tidak sehat, tapi mereka justru bisa hidup sehat dan kebal penyakit. Dan pesan yang bisa kita dapat dari hal tersebut yaitu bahwa penentu kesehatan itu bukan didasarkan hanya pada konsumsi makanan saja, tapi ada factor lain juga yang cukup berpengaruh yaitu beban pikiran.
Jadi pada dasarnya dalam kehidupan ini kita dituntut untuk lebih jeli dengan pesan atau nasehat alam yang terjadi disekitar kita. Kita sebenarnya dituntun dan dituntut Allah  agar kita mau belajar memaknai kehidupan dengan benar. Walau dengan perspektif yang beragam namun inti memaknainya tetap sama dalam kaidah yang dibenarkan oleh agama. Ilmu Allah itu luas oleh karena itu kita jangan mempersempit hati dan pikiran kita agar tak mudah tersulut oleh hal yang merusak ketenangan hati dan jiwa.

Sunday, July 31, 2016

KEINGINAN

Doa tanpa keyakinan sama saja seperti perahu yang tak berdayung
Mungkin kita tak pernah menyadari kenapa doa-doa kita selama ini belum mendapat jawaban dari Tuhan. Karena permohonan tersebut mungkin bukan didasarkan ridho Allah tapi hanya sebatas keinginan nafsu semata yang justru akan semakin menjauhkan kita dari ketenangan bahkan akan mendatangkan musibah pada akhirnya. Marilah sebelum memohon dan berdoa ada baiknya kita kaji ulang permohonan-permohonan tersebut agar dapat dipastikan bahwa doa tersebut sudah layak untuk dikabulkan dan memang tak didasari nafsu dunia semata, tapi benar-benar menjadi permohonan yang akan semakin mendekatkan kita pada-Nya…

Thursday, July 28, 2016

MORE THAN YOU FEEL

Kedewasaan adalah perwujudan pribadi yang berkemampuan dalam mengendalikan hati dan pikiran untuk menciptakan sebuah ketenangan jiwa.

Jangan terlalu berprasangka terhadap setiap apa yang kita hadapi, cukup kita bersabar dengan reaksi yang wajar agar tak menggoyah ketenangan hati yang ada. Jika kita merespon hal tersebut terlalu berlebihan nanti ditakutkan akan mempengaruhi stabilitas hati dan pikiran, disamping itu dapat dipastikan akan berpengaruh pula terhadap kelemahan batiniah kita sehingga memudahkan hal-hal buruk merasuk dalam ranah perilaku dan pemikiran. Cukup kita berdo’a dan menata diri semoga Allah selalu menempatkan kita dalam suasana hati yang nyaman dan tetap bersyukur ketika cobaan sedang ditimpakan. Dengan begitu hidup ini benar-benar terasa nikmat penuh keberkahan. Aamiin.

Tuesday, July 26, 2016

NGGA RIBET

Ngga nagih sih cuma ngingetin aja xi xi xi ...
KEAJAIBAN UTANG PIUTANG 
Keajaiban sedekah mungkin sering didengar, baik dalam bentuk tuntunan maupun penuturan pengalaman seseorang. Bagaimana dengan utang? Apakah juga menyimpan keajaiban dan keunikan sebagaimana sedekah?
Banyak hadits terkait soal utang. Mereka yang memberi bantuan meminjamkan utang, disebutkan oleh Rasulullah SAW., pahalanya separuh dari bersedekah.
Dari Ibnu Mas'ud RA., 
"Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda bahwa seorang Muslim yang mempiutangi seorang Muslim dua kali, seolah-olah ia telah bersedekah kepadanya satu kali."
Logikanya sederhana, mengapa memberi utang itu walau tak mengurangi harta pemberi utang, bernilai tinggi. Ada semangat menolong yang luar biasa. Bahkan, kadang bisa lebih bernilai secara ekonomi dari sedekah.
Ketika seseorang bersedekah, mungkin juga orang yang diberi sebenarnya secara ril saat itu tidak terlalu membutuhkan. Berbeda dengan orang yang datang ingin meminjam uang. Kecuali yang memang hobi berutang, mereka biasanya memanfaatkan "fasilitas" itu karena terpaksa. Benar-benar terdesak kebutuhan.
Memberi bantuan pinjaman, tentu saja tanpa bunga (tanpa riba) bernilai tinggi. Mereka itu, mengutip hadits qudsi, tergolong orang-orang yang memudahkan dan membantu saudaranya. 
"Barang siapa mempermudah urusan hamba-Ku, akan dipermudah urusannya."
Keajaibannya bagi pemberi pinjaman, memang tak terlihat seperti sedekah, karena biasanya tak terlalu dirasakan. Tidak dalam bentuk kelipatan harta, seperti halnya sedekah.
Yang menarik, ada keajaiban unik dalam proses utang piutang ini sesuatu yang kurang disadari hingga jarang mendapat perhatian apalagi dipraktikkan. Suatu keajaiban bermata pisau ganda yang akan dialami mereka yang berutang.

Mata pisau pertama, jika orang yang berutang itu lalai atau bersikap kurang peduli apalagi tak memperlihatkan iktikad baik untuk membayar, dijamin, ia justru akan makin terjerat kesulitan. Apalagi ketika sekali waktu mendapat rezeki, tetap juga berlagak lupa, kurang peduli untuk membayar. Kesulitan akan makin meningkat. Utang tak terbayar, rezeki yang didapat, kemungkinan besar akan habis.
Mengapa makin terjerat kesulitan? Secara ekonomi dan komunikasi sosial, mereka yang berutang itu tetap terjerat utang dan berpeluang bertambah utangnya. Kemungkinan kedua, karena masih punya utang di mana-mana dan biasanya menghindar dari pemberi utang, dia tanpa menyadari menutup jalan rezekinya sendiri.
Silaturahmi terhenti. Komunikasi dengan sesama makin sempit. Karena silaturrahmi berkurang, ruang-ruang peluang pun otomatis,berkurang. Rezeki pun kemungkinan besar berkurang. Sangat rasional sekali, tuntunan Islam menyangkut soal utang ini. Pararel dengan logika ekonomi.

Mata pisau kedua, kemudahan rezeki, bagi mereka yang bersemangat membayar utang. Ini kejaiban yang tak kalah dahsyat dari sedekah. Bahkan, bisa jadi lebih dahsyat. Namun, karena tertutup untuk menyeimbangkan keuangan, terkesan tak terlihat. Anda mungkin tak merasa mendapat rezeki besar, karena rezeki yang Anda dapat langsung sepenuhnya dibayarkan untuk utang. Jadi kurang terlihat sebagai tumpukan rezeki.
Ada jaminan Allah dan Rasul-Nya. Mereka yang bersemangat membayar utang akan dipermudah rezekinya. Selalu terbuka jalan keluar untuk membayar utang, jika seseorang memperlihatkan kesungguhan untuk membayar, yang dibuktikan dengan segera membayar utangnya ketika mendapat rezeki. Rasulullah SAW. bersabda, 
"Barang siapa berutang dengan maksud melunasinya, maka Allah akan membantunya (untuk melunasinya)."
Disebutkan dalam hadits lain, Rasulullah SAW. bersabda, 
"Seseorang yang berutang dan Allah melihat yang bersangkutan berniat untuk melunasinya, niscaya Allah akan menjadikan dia dapat melunasinya di dunia ini."
Bagaimana kalau rezeki yang diperoleh tak terlalu besar dan kebutuhan sendiri perlu juga dipenuhi? Bayarlah utang itu sebagian. Tak harus semuanya.
Katakanlah, Anda mempunyai utang Rp. 500.000,- lalu sekali waktu memperoleh rezeki Rp. 400.000,- dan masih ada keperluan memenuhi kebutuhan hidup. Tak perlu dibayar semua. Kebutuhan hidup tetap dipenuhi. Yang penting perlihatkan iktikad membayar utang walau mungkin hanya membayar sebagian. Jadi, bayarkan yang separuh dan penuhi kebutuhan hidup dari sisanya.
Konteks hadits Rasulullah SAW. pada persoalan utang, tidak menekan apalagi memaksa kita segera membayar keseluruhan. Mereka yang sedang tidak mampu membayar bahkan dianjurkan dibebaskan oleh si pemberi utang. Asal memang benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk membayar.
وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Wain kana thoo AAusratin fanathiratun ila maysaratin waan tasaddaqoo khayrun lakum in kuntum taAAlamoona
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah (2): 280)
Yang ditekankan di sini adalah iktikad dan kesungguhan untuk membayar. Jadi, ketika mampu hanya membayar separuh, bayar segera. Insya Allah, akan ada rezeki lain yang akan datang. Bukan bersikap sebaliknya ketika memiliki uang, tetapi tak memperlihatkan iktikad untuk melunasi utang.
Pilihannya sudah jelas. Dengan membayar utang, rezeki akan dipermudah. Namun, jika mengabaikan alias lalai membayar utang, akan mengalami kesulitan mendapat rezeki. ***

Sunday, July 24, 2016

JANGAN LELAHKAN DIRI

Selama kita memiliki keyakinan maka selama itu pula Allah masih menyisakan harapan..
Nikmati setiap yang datang dan pergi dengan penuh keikhlasan serta penghayatan yang mendalam. Tahan gejolak hati yang seringkali timbul sesaat, rasakan pengaruhnya, akankah semakin tumbuh ataukah semakin tenggelam tertelan waktu, lalu amati hingga akhirnya semua itu berakhir dengan munculnya hal baru lagi. Namun tetap perhatikan bahwa setiap hal pasti menyisakan hikmah rumusan hidup. Dan kita hanya butuh satu hal untuk melakukannya yaitu keikhlasan untuk bersabar. 

KASIH DAN SAYANG

Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...