Kenali sesuatu itu dengan baik agar
tak sekedar tahu tapi benar-benar mengerti dan memahami apa arti keberadaannya
buat kita.
Kita tak kan sepenuhnya mengerti tentang sesuatu
hanya dengan melihat dan mengamati tanpa berusaha mengenali lebih dekat,
seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang”. Jika kita menginginkan
sesuatu itu, mengenalinya akan jadi suatu keharusan agar tak menimbulkan
penasaran. Penasaran itu siksaan kecil dan akan membesar jika kita semakin
membiarkannya ada dan bertahan dalam pikiran kita. Jalan satu-satunya untuk
menghentikannya yaitu mengabaikan atau berusaha mengenali sesuatu tersebut dengan
baik, yang tentu konsekwensinya kalau ngga berdampak baik ya berdampak
buruk. Setidaknya kita tidak hanya tahu dari kata orang, tapi benar-benar telah
melibatkan diri langsung dalam serangkaian-serangkaian proses untuk menemukan
jawaban yang pasti dari sesuatu yang kita pikirkan tersebut, yang pada akhirnya
nanti dapat disimpulkan apakah sesuatu itu bermanfaat atau bahkan akan
mencelakakan. Mari kita berusaha sungguh-sungguh dengan apa yang kita
perjuangkan, berdo’alah dan Allah pasti mengabulkan, dan sebaik-baik doa adalah
doa yang berbentuk tindakan, selebihnya kita tawakkal pada ketentuan-Nya. https://goo.gl/eDjtrh
Monday, February 6, 2017
Saturday, January 28, 2017
NGGA USAH REPOT
Jangan terlalu dini menyimpulkan
sesuatu hanya karena perbedaan sudut pandang, kita bukanlah sumber kebenaran, kita
sendiri sudah jadi sumber permasalahan. Ngga
usah repot-repot lagi cari masalah dengan mencari-cari kesalahan orang lain
sementara kita lalai dengan kesalahan-kesalahan sendiri.
Bila kita bermaksud ingin
menyampaikan sesuatu yang baik, sampaikan saja. Selama niatan kita baik jangan pernah
ragu menyampaikannya walau cara kita dianggap alay dan tak semutu dengan cara
mereka. Jika kita yakin akan pertolongan Allah, bagaimanapun juga cara
penyampaian tersebut bakal mengena di hati para pembaca, walau tersaji apa adanya.
Allah tak mengenal metode logika manusia. Jika Dia berkehendak apapun bisa terjadi
diluar logika kita. Oleh karena itu kita jangan merasa paling benar dan paling
unggul dalam segala hal berkaitan dengan dunia ilmu yang telah dipelajari.
Justru disitulah letak sempitnya wawasan kita. Harusnya ilmu itu bertujuan
supaya kita mampu berpikir dan bertindak yang baik dan benar agar jadi sosok
beradab serta rendah hati bukannya untuk saling berdebat demi mendapatkan
pengakuan tentang siapa diri kita. Jika diri sendiri saja sudah tak dapat
dikenali apalagi mengenal Allah?
Postingan yang mutu bukanlah diukur
dari banyaknya “Like” tapi dari niatan yang ikhlas untuk menyampaikan kebaikan
semata-mata hanya karena Allah SWT tanpa peduli dari kelas strata social mana
para penulis tersebut berasal. Penulis berkelas bukan berarti berasal dari kalangan
elite, tapi orang-orang tertentu yang mampu berpengaruh luas dan memberikan
manfaat mendalam bagi masyarakat banyak yang berefek positif terhadap perubahan
sikap, perilaku dan tindakan menuju kearah yang lebih baik.. Jadi untuk apa
kita memperdebatkan ini dan itu yang ngga penting. Yang terpenting saat ini
adalah bagaimana seharusnya kita menata diri dan menggunakan media social ini
dengan bijak agar menjadi sarana yang bermanfaat dalam rangka mengenal Allah
lebih dekat. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa kita kadang risih melihat
celotehan-celotehan yang bertentangan dengan diri kita? Permasalahan sebenarnya yaitu karena kita sendiri memang belum mempersiapkan diri
seutuhnya, terutama pondasi mental maupun spiritual sehingga ketika dihadapkan pada
dunia medsos kita dengan mudah terbawa arus, sehingga gesekan-gesekan sedikit
saja sudah dapat menyulut api kedengkian, belum lagi kadang masih berlanjut di
dunia nyata. Ingatlah bahwa kita di medsos ini hanya numpang media orang, jadi
mari ngga usah neko-neko.
Mari kita lebih bijak dalam bermedsos, disini kita dilatih bagaimana
mengontrol diri menghadapi orang-orang yang berbeda karakter dan pemikiran,
jika tak sepaham hormati, dan maklumi. Dunia tak kan seindah ini jika tercipta
homogen.
Seandainya suatu saat kita
mendapatkan cacian dan hinaan kita harus kuat dan bijak menyikapinya. Sadari
bahwa kita sendiri hakikatnya adalah makhluk hina seperti yang dinyanyikan bang
haji Rhoma Irama bahwa kita tercipta dari setetes air hina. Jadi hinaan itu sebenarnya
bukan lagi menjadi hal yang menyakitkan bahkan jadi support penyemangat
hidup,anggap saja angin lalu, kenapa harus terlalu diambil hati? Nyantai ajalah
seperti yang sering disampaikan Almarhum Gus Dur “Gitu aja kok repot”. Kalimat
yang terkesan sederhana tapi mengandung makna mendalam.
Mari kita setting ulang
kesalahan-kesalahan persepsi kita selama ini, maklumi dan pahami keterbatasan
masing-masing. Semoga Allah senatiasa membuka pintu hidayah-Nya, agar
pengertian kita bertambah dan bertambah setiap saat. Aamiin… https://goo.gl/eDjtrh
Monday, January 23, 2017
IJINKAN AKU
Genggam dunia sewajarnya, biar
sewaktu-waktu dapat ikhlas melepaskannya,…
Sudah sewajarnya sebagai manusia jika
kita terkadang sulit melepaskan apa yang telah susah payah diraih, seakan-akan berkeyakinan
bahwa nanti belum pasti ada kesempatan lagi untuk meraihnya. Nah inilah sebenarnya
awal sugesti yang keliru, akal dan pikiran telah mendramatisir terlebih dahulu
sebelum semuanya terjadi, sehingga tanpa disadari kita telah mengesampingkan
keyakinan terhadap kemurahan Allah SWT. Namun perlu diingat bahwa Allah bisa
saja sewaktu-waktu melenyapkan semua yang telah kita perjuangakan dan kita
pertahankan. Jika memang Dia berkehendak kita bisa apa? Sejak lahir kita tidak
punya apa-apa, terus alasan apalagi yang perlu ditakutkan giliran Tuhan mengambil
semua yang dipinjamkan-Nya? Mungkin berat untuk dipikirkan, tapi begitulah
kenyataannya. Semua tergantung bagaimana kita membiasakan diri dalam berpola
pikir. Jika kita selalu melibatkan Allah SWT dalam berpola pikir maka niscaya
ketakutan yang tak semestinya tak kan mudah timbul dalam benak kita. Kita
bukanlah makhluk yang sempurna setidaknya kita mampu berpikir sempurna mengenai
keyakinan terhadap pertolongan Allah, sehingga kita mampu mengatasi kelemahan-kelemahan
yang kita miliki. Mari kita koreksi diri masing-masing, semoga Allah SWT meluruskan
pola pikir kita yang keliru selama ini sehingga pada akhirnya menambah keyakinan
kita terhadap keagungan-Nya. Aamiin
https://goo.gl/eDjtrh Thursday, January 19, 2017
TETAP SEMANGAT
Berbuat baik itu mudah hanya saja
kita enggan mengarahkannya hingga rasa malas itu semakin mendominasi hati dan pikiran
kita sehingga terasa berat untuk bertindak.
Allah SWT selalu memberikan yang
terbaik, namun kebaikan itu sendiri sering ironis dan tak rasional menurut
akal. Namun begitu perlu direnungkan lagi bahwa Allah SWT sendiri adalah dzat
yang tak bisa dinalar dengan akal. Jadi kita jangan pernah membantah jika Dia
berkehendak begini dan begitu, kita tinggal menjalani aja.Toh nanti semua pasti
terjawab dengan sendirinya. Kita hanya aktor dan wajib menjalankan skenario-Nya.
Jika akting kita bagus sesuai dengan alur ceritanya otomatis hasil filmnya juga
bagus, begitupun juga dengan apresiasi penonton.
Disadari atau engga kita saat ini sebenarnya telah
dihadapkan pada tontonan kolosal yang dipersembahkan oleh alam. Dan kita
diposisikan secara simultan sebagai penonton dan pemain.Namun begitu mari kita berkomitmen
mengusahakan untuk jadi penonton dan pemain yang baik. Ketika kita berperan
mari berperan yang baik hingga usai. Begitupun ketika kita jadi penonton,
jadilah penonton yang baik, jangan menyimpulkan dan berkomentar apapun ditengah
pemutaran film yang ditonton sehingga tidak mengusik ketenangan penonton
lainnya sebelum film tersebut benar-benar usai diputar. Dengan begitu kita bisa
mengambil, mengulas dan menguraikan lebih jelas, apa yang patut dan tak patut
kita teladani dari tontonan tersebut yang sekaligus kita buat sebagai
pembelajaran, setidaknya kita tahu alur cerita mana yang mesti kita teladani
dan sesuai dengan peran yang sedang dan akan kita jalankan. Peranan inilah yang
nantinya akan jadi penentu hasil akhir cerita kita, dan kita juga harus siap
dengan segala konsekwensi yang kita ambil sebelumnya. Jangan pernah takut untuk
menjalani peran hidup yang dipilihkan Tuhan. Ikhlas saja mengikuti alurnya.
Percayalah Allah SWT selalu memberikan yang terbaik walaupun kadang sulit kita
mengerti. Setidaknya kita bisa membuktikan bahwa rasa takut itu bukan ancaman
tapi semata kewaspadaan untuk berhati-hati dalam bertindak agar selamat hingga
tujuan. Ketakutan itu sebenarnya hanya penguji kesungguhan yang jadi tabir
pembatas antara keraguan dan keyakinan. Dan keyakinan inilah yang akan jadi pembuka
pintu menuju kebahagiaan. Jangan sampai kita salah mengartikan rasa takut,
karena rasa takut itu akan menjadikan kita lebih hati-hati dan tak ceroboh
dalam mengambil tindakan sehingga dapat terhindar dari hal yang mencelakakan. Mari
kita berdoa semoga kebaikan doa kita senantiasa menggugah kebaikan yang lain
untuk saling mendoakan keberhasilan bersama hingga akhirnya sama-sama
mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat nanti. Aamiin…
Tuesday, January 17, 2017
GALI ILMU
Ilmu itu bukan sarana untuk mendebat
tapi sarana untuk mengenali Tuhan lebih dekat.
Banyaknya ilmu dan pengertian yang
didapatkan tak kan berbobot bahkan terasa ringan seperti kapas yang mudah
terhempas saat tertiup angin sebelum benar-benar kita melalui, mengalami dan menerapkan
dengan benar dalam kehidupan nyata. Jika melihat dan membayangkan perjalanan hidup
yang sulit saja sudah tak sanggup apa lagi hendak menjalani.
Mari gali ilmu dan pengertian hidup
yang dalam agar kita mampu menguburkan sedalam-dalamnya semua keburukan yang
menguasai diri dalam hati hingga tersisa kebaikan yang yang membawa ketenangan.
Dengan begitu kita lebih mudah mengendalikan diri. Jika hal ini telah mampu
terkuasai maka hati jadi damai, tak mudah tersinggung, dan tak mudah takjub dengan perilaku dunia. Semua ngga sulit hanya saja
kita malas untuk segera memulai dan bertindak.
Jika kita membiarkan diri terhanyut dalam
kenyamanan pikiran dan hati yang dangkal maka disitulah sebenarnya kita telah
membuka celah penyulut bagi merasuknya rasa emosi dan benci hingga akhirnya memunculnya
perasaan mudah tersinggung ketika bertemu permasalahan yang bertentangan dengan
keyakinan, karena merasa keyakinan sendirilah yang paling benar. Nah justru di
situlah sebenarnya letak labilnya pengendalian diri tersebut. Mengingat
keyakinan tiap individu itu berbeda,jadi hal ini tak harus dipertentangkan tapi
perlu dirangkul dalam wadah kerukunan yang didalamnya ditanamkan kesadaran
untuk membina rasa saling menghormati sehingga tercipta nuansa hidup yang
berwarna dalam satu cinta. Nah begitu juga kita diciptakan Tuhan dalam dua
jenis yang berbeda tiada lain untuk disatukan dalam satu cinta guna meraih
kebahagiaan hidup bersama.Smoga Allah senantiasa membuka hati dan pikiran kita
agar selalu bersabar dalam menghadapi apa yang tersurat hingga akhirnya mampu
untuk memahami apa yang tersirat. Aamiin…
https://goo.gl/eDjtrh
Subscribe to:
Posts (Atom)
KASIH DAN SAYANG
Sudah sewajarnya sebelum melakukan aktifitas kerja kita seringkali mengawali dengan bacaan Basmallah. Sungguh hal ini menjadi kebiasa...
-
Selama perilaku kita terjaga, diminta atau tidak kesan baik akan tersimpan di hati mereka. Kesan kita di hati orang lain tergantung pe...